Penyakit diabetes yang tidak terkontrol dengan baik dapat menyebabkan konsekuensi serius, seperti rusaknya organ jantung, ginjal, mata, dan saraf.
Ada dua jenis utama diabetes, yaitu:
Diabetes tipe 1 : Jenis ini adalah penyakit autoimun, artinya sistem imun tubuh akan menyerang dirinya sendiri. Pada kondisi ini, tubuh tidak akan memproduksi insulin sama sekali.
Diabetes tipe 2 : Pada jenis diabetes ini, tubuh tidak membuat cukup insulin atau sel-sel tubuh pengidap diabetes tipe 2 tidak akan merespons insulin secara normal.
Kadar Gula Darah
Kadar gula darah normal yaitu kurang dari 100 mg/dL. Apabila kadar gula darah sudah mencapai 100-125 mg/dL berarti masuk status prediabetes.
Sementara itu, kadar gula darah yang mencapai 126 mg/dL ke atas sudah tergolong diabetes.
Faktor Risiko Gula Darah Tinggi (Diabetes)
Faktor resiko Gula Darah Tipe 1 :
-
Faktor riwayat keluarga atau keturunan (karena berhubungan dengan gen tertentu)
-
Faktor geografi, orang yang tinggal di daerah yang jauh dari garis khatulistiwa lebih berisiko terkena diabetes tipe 1 karena kurangnya vitamin D yang bisa didapatkan dari sinar matahari, sehingga akhirnya memicu penyakit autoimun.
-
Faktor usia. Penyakit ini paling banyak terdeteksi pada anak-anak usia 4–7 tahun, kemudian pada anak-anak usia 10–14 tahun.
-
Faktor pemicu lainnya, seperti mengonsumsi susu sapi pada usia terlalu dini, air yang mengandung natrium nitrat, sereal dan gluten sebelum usia 4 bulan atau setelah 7 bulan, memiliki ibu dengan riwayat preeklampsia, serta menderita penyakit kuning saat lahir.
Faktor resiko Gula Darah Tipe 2 :
-
Berat badan berlebih atau obesitas.
-
Distribusi lemak perut yang tinggi.
-
Gaya hidup tidak aktif dan jarang beraktivitas atau berolahraga.
-
Riwayat penyakit diabetes tipe 2 dalam keluarga.
-
Ras kulit hitam, hispanik, Native American, dan Asia-Amerika, memiliki angka pengidap lebih tinggi dibandingkan dengan ras kulit putih.
-
Usia di atas 45 tahun, walaupun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi sebelum usia 45 tahun.
Gejala Gula Darah Tinggi (Diabetes)
-
Peningkatan rasa haus.
-
Peningkatan frekuensi buang air kecil.
-
Mudah lelah atau rasa kelelahan terus-menerus.
-
Adanya gangguan penglihatan, seperti pandangan yang kabur.
-
Terjadinya infeksi pada tubuh terus-menerus, yang umum terjadi pada bagian gusi, kulit, maupun area vagina (pada wanita).
-
Penurunan berat badan yang tidak jelas apa penyebabnya.
-
Kehadiran keton dalam urine (keton adalah produk sampingan dari pemecahan otot dan lemak yang terjadi ketika tidak ada cukup insulin yang tersedia).
Pencegahan Diabetes
-
Mempertahankan berat badan ideal dengan mengonsumsi makanan rendah lemak.
-
Mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah dan sayur.
-
Mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis.
-
Berolahraga secara rutin dan banyak melakukan aktivitas fisik.
-
Mengurangi waktu duduk diam terlalu lama, seperti ketika menonton televisi.
-
Menghindari atau berhenti merokok.